Terpecahkan, Rahasia Lukisan Mona Lisa

Peneliti karya seni Pascal Cotte mengatakan da Vinci membuat lukisan Moan Lisa dalam beberapa lapisan. Lapisan terakhir menggunakan kaca khusus untuk meningkatkan sifat optik ilusi tiga dimensi wajahnya. Di atas itu Da Vinci melukis rincian seperti warna mata.

"Itu menjelaskan mengapa warna mata menghilang - mereka telah pudar karena reaksi kimia atau telah dibersihkan," kata Cotte.

Dia menemukan sejumlah rahasia Mona Lisa itu menggunakan kamera 240 megapiksel. Resolusi itu dapat mengukur cahaya begitu sensitif untuk melihat melalui bagian atas permukaan cat dan mengungkap lapisan di bawahnya.

Sebagai contoh, pencitraan infra-merah menunjukkan da Vinci pindah posisi jari di tangan kiri "untuk memberikan posisi yang lebih santai, konsisten pada senyumnya, " ujar Cotte.

Dia mengatakan Mona Lisa sama sekali berbeda dari 500 tahun yang lalu, ketika itu langit biru dan kulit subyek tidak menguning.

Lapisan yang mendasari wajah dicat menggunakan timah putih dan air raksa vermillion. Di atas lapisan dasar, seniman itu menambahkan lapisan kaca untuk menciptakan efek tiga dimensi.

"Saya tidak mengatakan bahwa dia berhasil dalam menghasilkan penampilan efek stereo, tetapi jika Anda ingin mencapai hal itu maka itu cara terbaik untuk melakukannya," ujar Cotte.

"Tapi sekarang terlihat sama sekali berbeda bagaimana ia melukisnya. Semua efek optik telah menghilang."

Dia mengatakan, bagi da Vinci, Mona Lisa lebih dari sebuah lukisan namun tantangan untuk mereproduksi kehidupan nyata.

Karya Cotte itu dijelaskan dalam sebuah pameran, Rahasia Mona Lisa di Museum Sains dan Industri di Manchester

Ditemukan Kapal Selam Jepang Tercanggih

Mereka menemukannya di perairan Hawaii, tempat di mana kapal selam tersebut tenggelam 63 tahun lalu.

Kapal selam yang ditemukan, berada di antara lima kapal yang ditangkap oleh pasukan Amerika pada akhir perang, kemudian dibawa ke Pearl Harbor untuk dipelajari, hingga akhirnya ditemukan di lepas pantai Oahu, pada kedalaman sekitar 2.600 meter dengan menggunakan submersibles dari Hawaii Undersea Research Laboratory.

Operasi tersebut dibiayai oleh National Oceanic and Atmospheric Administration yang berlokasi di Universitas Hawaii, Manoa.

Kapal selam yang ditemukan merupakan salah satu kendaraan militer tercepat yang pernah dibuat dan dapat mencapai kecepatan 20 knot saat berada di dalam laut. Seperti halnya kapal selam buatan Jepang lainnya, lambungnya dilapisi karet. Sebuah inovasi yang dimaksudkan untuk mengurangi pendeteksian radar sonar.

Terry Kerby, Direktur operasional laboratorium dan chief pilot, mengatakan kelompoknya telah mencari bangkai kapal dari era Perang Dunia II sejak tahun 1992. Dengan uji coba penyelaman, mereka memeriksa sistem submersibles sebelum melakukan eksplorasi ilmiah utama. "Kapal besar tesebut telah menjadi incaran utama di daftar kami," kata Kerby dalam konferensi pers.

"Kami dapat memilih beberapa landmark dan triangulasi untuk mendapatkan posisi kasar di mana I-14 tenggelam," kata Kerby.

Dulu, kapal-kapal selam itu dimaksudkan untuk mengancam Amerika Serikat secara langsung, tapi tidak ada serangan yang terjadi. Carl Boyd, mantan dosen sejarah di Universitas Old Dominion yang juga penulis "kekuatan bawah laut Jepang dan Perang Dunia II," mengatakan Angkatan Laut selalu tahu apa yang kapal selam lakukan

Bulan Yupiter Mungkin Punya Kehidupan

Jumlah oksigen tersebut cukup banyak untuk mendukung lebih dari sekadar bentuk kehidupan mikroskopis. Sedikitnya sebanyak tiga ton makhluk menyerupai ikan secara teoritis dapat hidup dan bernapas di Europa, kata penulis studi Richard Greenberg dari University of Arizona di Tucson.

Tidak ada yang mengatakan bahwa ada kehidupan di sana sekarang, kata Greenberg, yang mempresentasikan karyanya bulan lalu pada pertemuan American Astronomical Society's Division for Planetary Sciences. "Tapi kita tahu ada kondisi-kondisi fisik untuk mendukungnya," tambahnya.

Bagian dasar laut Europa sangat mirip dengan lingkungan di sekitar hidrotermal laut bumi, kata ahli ekologi molekuler, Timotius Shank.

"Saya akan terkejut jika ada kehidupan di Europa," kata Shank.

Meskipun perkiraan baru dianggap menjanjikan, terlalu dini untuk berspekulasi tentang bagaimana evolusi kehidupan Europa. Melihat lebih dekat diperlukan untuk tahu persis bagaimana bahan kimia didistribusikan di Europa dan bagaimana kontibusi sejarah geologi bulan itu terhadap peluang kehidupan

Mesin Kiamat Akan Dinyalakan Lagi

Mesin “big bang” tersebut diluncurkan tahun lalu, namun rusak karena koneksi listrik yang buruk.

Kali ini Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir, yang dikenal sebagai CERN, mengambil pendekatan hati-hati dengan peralatan super canggih ini, kata James Gillies, jubir CERN. Harga mesin yang mencapai US$ 10 miliar, dari kontribusi banyak pemerintahan dan universitas di seluruh dunia.

Para ilmuwan diharapkan akan dapat mengirimkan sinar proton di sepanjang lorong 27 kilometer yang terdapat di LHC, namun mereka tidak menetapkan tanggal untuk itu.

Pada peluncuran perdananya mesin ini bermasalah. Sembilan hari setlah dinyalakan satu penghambat listrik melebihi batas panas akibat solder yang buruk dan selanjutnya bencana melanda. Lima puluh tiga dari 1.624 magnet superkonduktor besar rusak dan harus diganti.

Wadah listrik helium cair yang digunakan untuk menjaga collider pada suhu yang lebih dingin daripada luar angkasa untuk efisiensi maksimum bocor, menyebabkan enam ton helium menguap dan menjadikan kerusakan makin parah.

“Itu adalah sebuah bencana, tidak perlu diragukan lagi,” kata Chip Brook, profesor fisika di Universitas Michigan State. Tapi ia juga menyatakan bahwa CERN telah mengambil beberapa langkah inovatif untuk mencegah terjadi kembali.

“Masalah ini tidak akan terjadi lagi,

Jepang Temukan Ikan Purba Indonesia

Ikan yang ditemukan pada 6 Oktober lalu di kedalaman 161 meter di semenajung Manado, Sulawesi utara itu merupakan Coelacanth pertama yang ditemukan Indoesia, menurut para peneliti.

Cuplikan video yang menunjukan ikan coelacanth sepanjang 31,5 centimeter dan berwarna biru bertutul putih, berenang perlahan di antara bebatuan palung laut selama 20 menit.

“Sejauh yang kami ketahui, ini merupakan video pertama yang ditampilkan dari seekor Coelacanth muda yang hidup dan menyimpan banyak sekali misteri,”Ujar Masamitsu Iwata, seorang peneliti di Aquamarine Fukushima, Iwaki.

Ilmuwan berharap penemuan tersebut akan menjadi titik terang bagi habitat dan kelangsungan hidup Coelacanth.

Para peneliti menggunakan sebuah benda yang digerakan dengan remote untuk memfilmkan Coelacanth yang baru lahir, Iwata mengatakan.

Ikan yang sama ditemukan berada di dalam perut induk Coelacanth, dan para peneliti percaya jika telur menetas di dalam perut.

Coelacanth sebelumnya dianggap sudah punah sebelum akhirnya ditemukan pada tahun 1938 di lepas pantai Afrika Selatan.[ito]

My fRienD'S

KomEnTar